IPB INTERNATIONAL STUDENT CONFERENCE (IISC) 2008

Posted on 23.23

PREPARING AGRICULTURAL PEOPLE TOWARD CREATIVE ECONOMY ERA FOR BETTER LIFE IN THE FUTURE


Written by: Okvina Nur Alvita, Febi Damiko, Hidayat Syarifuddin



ABSTRACT


Globalization era has brought various changes in growth of the world these days. The changes cover various areas; one of them is in the field of economics. Economic growth walk as according to epoch growth, Alvin Toffler in Simatupang (2007) mentioning that civilization of human being consisted of three wave: agriculture era, industrial era, and the information era. President of Republic of Indonesia have a notion that the fourth wave of civilization is creative economy era as continuation from economic wave of information. Furthermore, President also expresses that creative economics as the fourth wave of economics era, orienting at creativity, cultural, and also the cultural heritage and the environment. Creative economic is the economics era that place creativity, and innovate as a motor of economic activator.


Indonesia as agricultural country faces a challenge to survive in the era of newly economics. Considering agricultural economy represent economics of first wave in this world, but the agriculture represent Indonesian nation spirit. Conscious of this fact, we required the effective way to prepare creative human in Indonesia who not only able to compete in this newly era but also have a spirit of Indonesian nation as agricultural state.


Preparing Indonesian people who not only creative, but also have spirit of Indonesian nation as agricultural state can be gone through by education. Education that proven the effective way to develop children’s creativity is by applying method of holistic education base on character (Hastuti, 2006). In her dissertation, Hastuti (2006) mentioning that children who get method of holistic education base on character has higher level of creativity than children which don’t get method of this education.


Creativity which has been builded since in the elementary school can bear creative individuals in the future. And of course the creativity owned by each the individual can used to develop Indonesia as agricultural state.


I Love Indonesia

Posted on 05.18
Selama dua minggu yang lalu saya bersama 22 mahasiswa lain dari IPB mengikuti program Student Exchange ke Malaysia. Yang saya rasakan saat berada di Malaysia, dalam bahasa melayunya “Seronok sangat”, artinya jika dalam bahasa Indonesia adalah senang banget diamat sangat (lebay deh…). Orang-orang di Malaysia, terutama kawan-kawan saya di UMS sangat ramah dan mereka pun sangat sabar menemani kami dalam berbagai kegiatan yang harus kami ikuti

Berbagai kegiatan yang telah dirancang saya jalani dalam jangka waktu dua minggu, waktu yang cukup singkat jika dibandingkan dengan padatnya kegiatan yang harus diikuti, mulai dari pertukaran budaya, sit in class, lawatan-lawatan, home stay, dll. Semua kegiatan itu cukup menguras tenaga dan pikiran saya. Namun ditengah-tengah keletihan saya, ada secercah kebanggaan yang menyelinap di dalam diri. Kebanggan tersebut adalah, saya bangga menjadi orang Indonesia. Saya bangga dengan semua yang dimiliki oleh Indonesia. Walaupun ditengah carut marutnya keadaan bangsa ini dan juga krisis multidimendi yang tidak kunjung usai, saya tetap bangga menjadi orang Indonesia.


Ternyata kita akan lebih merasakan benar-benar menjadi orang Indonesia saat kita berada di negeri orang… I love Indonesia…


confusing something?

Posted on 06.46
Antara homesick,, KKP dan malaysia...

Antara jati diri,, kodrat dan aktualisasi diri...

Antara masa lalu,, sekarang dan masa depan...

Antara perasaan,, gengsi dan realita...

Finally,, selesai juga UAS...

Posted on 03.02
Akhirnya....

penderitaanku semester 6 ini berakhir...

tadi ujian terakhir,, Manajemen Keuangan Konsumen... walopun cuman 6 bab, tapi bahannya segebog-gebog n cukup ampuh bikin kumat migrainku...

and the result is... eng,ing,eng....

kita lihat aja nanti di transkrip,,ok? ;p

Wish all the best for me... :)

YEA (Young Entrepeneur Award) 2008

Posted on 00.24

HOLIDAY CAMPING FOR CHILDREN


Deskripsi Umum Usaha


Liburan merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang, terutama anak-anak. Hal tersebut dikarenakan pada saat liburan kita dapat terbebas dari segala tugas yang harus dikerjakan. Selain itu, pada saat liburan, umumnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang menyenangkan.


Banyak kegiatan yang dapat dilakukan orang untuk mengisi liburannya. Ada yang berekreasi ke tempat-tempat wisata yang ada di dalam negeri sampai luar negeri, ada yang menghabiskan waktu liburan dengan berbelanja, dan ada pula yang hanya di rumah saja mengisi liburan dengan istirahat. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak.


Masa liburan sekolah merupakan masa yang paling menyenangkan bagi anak-anak. Pada masa liburan mereka terbebas dari kegiatan belajar dari rutinitas sekolah yang seringkali melelahkan, dan cenderung membosankan bagi anak-anak. Layaknya orang dewasa, anak-anak mengisi liburan dengan beragam kegiatan, ada yang liburan di rumah nenek di kampung dan ada pula yang hanya menghabiskan waktu liburan di rumah saja, misalkan dengan bermain Play Station (PS) sepuasnya. Menghabiskan waktu liburan di rumah dengan bermain PS sepuasnya kurang baik bagi anak-anak karena bisa membuat mereka kehilangan semangat belajar pada saat kembali ke sekolah lagi. Selain bermain play station, anak yang tidak memiliki kegiatan untuk mengisi liburannya umumnya mereka akan berjalan-jalan ke mall walaupun hanya sekedar ”cuci mata”. Berjalan-jalan ke mall walaupun hanya sekedar ”cuci mata” dapat menumbuhkan karakter yang kurang baik bagi anak, yaitu anak akan memiliki sifat konsumtif yang berakibat anak dapat melakukan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Ironisnya, orang tua tidak mempunyai pilihan lain untuk mengisi liburan anak, terutama orang tua di perkotaan karena sebagian besar dari mereka tidak dapat menemani anak berlibur disebabkan oleh tuntutan pekerjaan dan minimnya cuti yang dimiliki untuk bisa berlibur saat anak libur sekolah. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu program liburan yang dikhususkan untuk mengisi liburan anak-anak.


optimis atau ambisius

Posted on 04.55
ada argumen yang bisa menjelaskan perbedaan mendasar dua kata itu?

karena menurut saya,, saya adalah orang yang selalu optimis...

akan tetapi menurut sebagian orang lain,, saya adalah orang yang ambisius...

menurut anda??


PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN): JAWABAN MENINGKATKAN SOCIAL CAPITAL INDONESIA DAN DAYA SAING BANGSA


Disusun oleh:


Okvina Nur Alvita


Gina Ginanjarsari


Ahmad Alam



RINGKASAN


Millennium Development Goals atau disingkat MDG's adalah sebuah inisiatif pembangunan yang dibentuk pada tahun 2000, oleh perwakilan-perwakilan dari 189 negara dengan menandantangani deklarasi yang disebut sebagai millennium declaration. Millennium Declaration ini mengandung 8 poin yang harus dicapai sebelum tahun 2015. MDG’s poin ke dua adalah Achieve Universal Primary Education atau dalam terjemahan bebas bahasa Indonesianya adalah pendidikan untuk semua. Terkait dengan poin ke dua dari MDG’s yang harus dicapai oleh negara-negara yang menandatangani deklarasi tersebut, termasuk Indonesia, maka pemerataan pendidikan di Indonesia menjadi sorotan penting untuk dapat mencapai MDG’s.


Berdasarkan Human Development Report dari UNDP, Human Development Index (HDI) Indonesia tahun 2007/2008 menempati peringkat 107, dua peringkat di bawah Vietnam. Indikator dari HDI meliputi pendapatan perkapita, akses terhadap pendidikan dan akses terhadap kesehatan. Artinya, dengan peringkat HDI Indonesia tahun 2007/2008 tersebut dapat memberikan gambaran pada kita bahwa masih banyak “PR” yang harus diselesaikan untuk mencapai MDG’s.


Peringkat Indonesia pada HDI dapat menjadi suatu indikator dari kualitas pendidikan di Indonesia. Peringkat Indonesia yang hanya menempati angka 107 memberikan gambaran bagi kita bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Terkait dengan hal tersebut maka dalam sistem pendidikan di Indonesia masih banyak hal yang harus dibenahi. Pemerintah telah melakukan beberapa perbaikan pada sistem pendidikan yang berlaku saat ini, salah satunya dengan memberlakukan kurikulum baru sejak tahun 2006.


Kurikulum yang saat ini berlaku di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Implementasi KTSP menemui berbagai permasalahan. Permasalahan yang umumnya dihadapi dalam mengimplementasikan KTSP antara lain: keterbatasan kualitas sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Kendala tersebut membuat KTSP belum berajalan sebagaimana mestinya. Banyak sekolah-sekolah yang menerapkan KTSP tanpa pengetahuan yang cukup. Hal tersebut tentu harus dicari solusinya, karena pada hakekatnya KTSP merupakan kurikulum yang telah terintegrasi. Hanya saja dalam implementasi di lapangan menemui banyak kendala. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam implementasi KTSP salah satu solusinya yakni dengan menerapkan metode pembelajaran menggunakan konsep “Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.


Pendidikan holistik berbasis kearifan lokal menggabungkan konsep pendidikan holistik dengan konsep kearifan lokal. Model pendidikan seperti ini mampu menumbuhkan beberapa unsur penopang social capital, diantaranya adalah kemandirian dan tunggung jawab, kejujuran/amanah, kepemimpinan dan keadilan, kepedulian dan kasih sayang. rendah hati dan baik hati, partisipasi dan apresiasi, merumuskan suatu kesepakatan untuk memecahkan suatu permasalahan, kerjasama. Social capital sangat berkaitan dengan kualitas sumberdaya manusia. Social capital tersebut digunakan oleh suatu bangsa untuk meningkatkan daya saingnya pada era globalisasi karena hanya kualitas sumberdaya manusialah yang mampu menjawab tantangan bangsa di era mendatang.


Fukuyama (2007) dalam bukunya yang berjudul Trust: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran menyatakan bahwa hanya negara-negara yang memiliki trust (social capital) tinggi-lah yang mampu bersaing pada era globalisasi mendatang. Oleh sebab itu, sangat penting menumbuhkan dan meningkatkan social capital Indonesia sebagai modal bangsa Indonesia untuk bersaing di kancah internasional dan mencapai Millennium Development Goals (MDG's), salah satu caranya melalui “Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.