Antara jati diri,, kodrat dan aktualisasi diri...
Antara masa lalu,, sekarang dan masa depan...
Antara perasaan,, gengsi dan realita...
HOLIDAY CAMPING FOR CHILDREN
Deskripsi Umum Usaha
Liburan merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang, terutama anak-anak. Hal tersebut dikarenakan pada saat liburan kita dapat terbebas dari segala tugas yang harus dikerjakan. Selain itu, pada saat liburan, umumnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang menyenangkan.
Banyak kegiatan yang dapat dilakukan orang untuk mengisi liburannya. Ada yang berekreasi ke tempat-tempat wisata yang ada di dalam negeri sampai luar negeri, ada yang menghabiskan waktu liburan dengan berbelanja, dan ada pula yang hanya di rumah saja mengisi liburan dengan istirahat. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
Masa liburan sekolah merupakan masa yang paling menyenangkan bagi anak-anak. Pada masa liburan mereka terbebas dari kegiatan belajar dari rutinitas sekolah yang seringkali melelahkan, dan cenderung membosankan bagi anak-anak. Layaknya orang dewasa, anak-anak mengisi liburan dengan beragam kegiatan, ada yang liburan di rumah nenek di kampung dan ada pula yang hanya menghabiskan waktu liburan di rumah saja, misalkan dengan bermain Play Station (PS) sepuasnya. Menghabiskan waktu liburan di rumah dengan bermain PS sepuasnya kurang baik bagi anak-anak karena bisa membuat mereka kehilangan semangat belajar pada saat kembali ke sekolah lagi. Selain bermain play station, anak yang tidak memiliki kegiatan untuk mengisi liburannya umumnya mereka akan berjalan-jalan ke mall walaupun hanya sekedar ”cuci mata”. Berjalan-jalan ke mall walaupun hanya sekedar ”cuci mata” dapat menumbuhkan karakter yang kurang baik bagi anak, yaitu anak akan memiliki sifat konsumtif yang berakibat anak dapat melakukan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Ironisnya, orang tua tidak mempunyai pilihan lain untuk mengisi liburan anak, terutama orang tua di perkotaan karena sebagian besar dari mereka tidak dapat menemani anak berlibur disebabkan oleh tuntutan pekerjaan dan minimnya cuti yang dimiliki untuk bisa berlibur saat anak libur sekolah. Oleh sebab itu, perlu adanya suatu program liburan yang dikhususkan untuk mengisi liburan anak-anak.
PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN): JAWABAN MENINGKATKAN SOCIAL CAPITAL INDONESIA DAN DAYA SAING BANGSA
Disusun oleh:
Okvina Nur Alvita
Gina Ginanjarsari
Ahmad Alam
RINGKASAN
Millennium Development Goals atau disingkat MDG's adalah sebuah inisiatif pembangunan yang dibentuk pada tahun 2000, oleh perwakilan-perwakilan dari 189 negara dengan menandantangani deklarasi yang disebut sebagai millennium declaration. Millennium Declaration ini mengandung 8 poin yang harus dicapai sebelum tahun 2015. MDG’s poin ke dua adalah Achieve Universal Primary Education atau dalam terjemahan bebas bahasa Indonesianya adalah pendidikan untuk semua. Terkait dengan poin ke dua dari MDG’s yang harus dicapai oleh negara-negara yang menandatangani deklarasi tersebut, termasuk Indonesia, maka pemerataan pendidikan di Indonesia menjadi sorotan penting untuk dapat mencapai MDG’s.
Berdasarkan Human Development Report dari UNDP, Human Development Index (HDI) Indonesia tahun 2007/2008 menempati peringkat 107, dua peringkat di bawah Vietnam. Indikator dari HDI meliputi pendapatan perkapita, akses terhadap pendidikan dan akses terhadap kesehatan. Artinya, dengan peringkat HDI Indonesia tahun 2007/2008 tersebut dapat memberikan gambaran pada kita bahwa masih banyak “PR” yang harus diselesaikan untuk mencapai MDG’s.
Peringkat Indonesia pada HDI dapat menjadi suatu indikator dari kualitas pendidikan di Indonesia. Peringkat Indonesia yang hanya menempati angka 107 memberikan gambaran bagi kita bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Terkait dengan hal tersebut maka dalam sistem pendidikan di Indonesia masih banyak hal yang harus dibenahi. Pemerintah telah melakukan beberapa perbaikan pada sistem pendidikan yang berlaku saat ini, salah satunya dengan memberlakukan kurikulum baru sejak tahun 2006.
Kurikulum yang saat ini berlaku di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Implementasi KTSP menemui berbagai permasalahan. Permasalahan yang umumnya dihadapi dalam mengimplementasikan KTSP antara lain: keterbatasan kualitas sumber daya manusia, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Kendala tersebut membuat KTSP belum berajalan sebagaimana mestinya. Banyak sekolah-sekolah yang menerapkan KTSP tanpa pengetahuan yang cukup. Hal tersebut tentu harus dicari solusinya, karena pada hakekatnya KTSP merupakan kurikulum yang telah terintegrasi. Hanya saja dalam implementasi di lapangan menemui banyak kendala. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dalam implementasi KTSP salah satu solusinya yakni dengan menerapkan metode pembelajaran menggunakan konsep “Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.
Pendidikan holistik berbasis kearifan lokal menggabungkan konsep pendidikan holistik dengan konsep kearifan lokal. Model pendidikan seperti ini mampu menumbuhkan beberapa unsur penopang social capital, diantaranya adalah kemandirian dan tunggung jawab, kejujuran/amanah, kepemimpinan dan keadilan, kepedulian dan kasih sayang. rendah hati dan baik hati, partisipasi dan apresiasi, merumuskan suatu kesepakatan untuk memecahkan suatu permasalahan, kerjasama. Social capital sangat berkaitan dengan kualitas sumberdaya manusia. Social capital tersebut digunakan oleh suatu bangsa untuk meningkatkan daya saingnya pada era globalisasi karena hanya kualitas sumberdaya manusialah yang mampu menjawab tantangan bangsa di era mendatang.
Fukuyama (2007) dalam bukunya yang berjudul Trust: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran menyatakan bahwa hanya negara-negara yang memiliki trust (social capital) tinggi-lah yang mampu bersaing pada era globalisasi mendatang. Oleh sebab itu, sangat penting menumbuhkan dan meningkatkan social capital Indonesia sebagai modal bangsa Indonesia untuk bersaing di kancah internasional dan mencapai Millennium Development Goals (MDG's), salah satu caranya melalui “Pendidikan Holistik Berbasis Kearifan Lokal”.
KASUS KEKERASAN TERHADAP ANAK SMP DAN SMA YANG TERJADI DI SEKOLAH DAN KAITANNYA DENGAN KONSEP SEKOLAH RAMAH ANAK DI KOTA BOGOR
Okvina N. Alvita, Endah PL, Esti R, Khairunnisa NF, Lusiana PR
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB
ABSTRAK. Sekolah merupakan salah satu institusi di luar keluarga yang sangat berperan dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter anak dan menginternalisasikan nilai-nilai moral pada anak. Seperti halnya orang tua, guru di sekolah selain bertugas untuk mengajar, juga memiliki peran sebagai pengganti orang tua dalam mendidik siswa-siswinya. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, guru dituntut untuk mengayomi semua siswanya. Namun, dalam mendidik siswa-siswinya, terutama dalam hal disiplin, seringkali guru memperlakukan siswa dengan kasar atau melakukan kekerasan terhadap siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kasus kekerasan terhadap anak SMP dan SMA yang terjadi dan kaitannya dengan konsep sekolah ramah anak di Kota Bogor. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survai melalui wawancara menggunakan kuesioner pada 200 orang sampel yang mecakup 100 orang siswa SMP dan 100 orang siswa SMA. Penentuan sampel dilakukan secara convenience sampling. Berbagai kasus kekerasan verbal maupun non verbal (fisik) masih menjadi satu budaya di sekolah. Bentuk kekerasan verbal adalah memarahi atau menghina siswa di depan teman lain, sedangkan bentuk kekerasan non verbal (fisik) diantaranya adalah disuruh lari, push up, dijemur, dijewer dan ditampar dengan pelaku guru/kepala sekolah. Sekolah belum menerapkan konsep sekolah ramah anak dalam mendisiplinkan siswanya. Dengan demikian diperlukan political will dari pemerintah untuk membuat Undang-Undang sekolah ramah anak dan tindakan kongkret dari guru/kepala sekolah dalam mengimplementasikannya.
© vina-alvita
Wordpress Theme designed by DT Website Templates | Bloggerized by FalconHive