Andai dunia tanpa keluarga. Suatu kondisi yang tidak dapat saya bayangkan. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga membentuk suatu komunitas yang disebut masyarakat. Jika tidak ada keluarga, mungkin saja masyarakat terbentuk, namun dapat dipastikan bahwa tidak akan terjadi suatu tatanan yang harmonis dalam masyarakat. Mengapa demikian? Karena keluarga adalah tempat pertama seorang individu belajar bahwa dirinya adalah mahluk social yang tidak pernah bisa lepas dari orang lain serta tempat pertama seorang anak belajar mengenai system kehidupan yang ada di dunia ini. Apabila tidak ada keluarga artinya tidak ada orang tua, akibatnya tidak ada pula orang yang mengasuh anak, membesarkannya dengan penuh kasih sayang, memberikan perlindungan padanya, serta memenuhi segala sesuatu yang dibutuhkannya selama masa pertumbuhan dan perkembangannya. Bila hal tersebut benar-benar terjadi, dampak lain yang dapat ditimbulkan adalah anak tumbuh dengan sendirinya dan tidak ada yang mengontrol tingkah lakunya sehingga dia akan berlaku seenaknya sendiri dan tidak berkarakter. Apabila hal tersebut terjadi maka masyarakat yang terbentuk adalah masyarakat yang bertindak “masa bodoh” dengan apa yang dilakukannya, maka generasi penerus bangsa di masa yang akan datang pasti akan hancur, akibatnya tidak akan ada lagi harmonisasi kehidupan di muka bumi.
kalimat tersebut saya dapatkan saat saya sedang berdiskusi dengan sahabat satu kost saya. kebetulan sahabat saya itu merupakan salah satu extraordinary person that I have ever found. kalimatnya mampu membuat saya berpikir dan terinternalisasi dalam hati dan pikiran saya, sehingga sedikit tercermin dalam perilaku saya.
Honestly, saya adalah seorang yang memiliki banyak impian. untuk mencapai dan mewujudkan semua impian saya tersebut, saat ini saya sedang melakukan banyak hal, tentu saja semua yang saya lakukan tersebut dengan perencanaan yang cukup matang. Jangan ditanya lagi apa saja yang harus saya rencanakan dan saya lakukan untuk masa depan saya, karena saya pasti akan menjawabnya dengan runtut dan terperinci.
Saya baru saja mendapat tugas mewawancarai salah satu pegawai di tempat saya menimba ilmu saat ini. Pegawai tersebut merupakan salah satu staf tata usaha. Amanah yang diembannya setiap hari adalah menyiapkan LCD di tiap-tiap jadwal kuliah. Dalam menjalankan amanah tersebut ia tidak mendapat bantuan dari siapapun.
Sejak saya mulai masuk di tempat dimana saya saat ini menimba ilmu, saya sudah menyadari bahwa beliau merupakan salah satu pegawai yang cukup rajin serta tidak banyak omong. Memang benar adanya, beliau adalah salah satu tipe orang yang “sedikit bicara, banyak bekerja”. Bahkan beberapa kali ketika hari sabtu dan minggu jika saya ada kegiatan di kampus, atau malam hari ketika ada rapat-rapat organisasi saya seringkali melihat beliau masih melakukan beberapa pekerjaan yang lain (seperti mengurus taman kampus, menyapu kelas, dll). Awalnya yang terbersit dalam benak saya, beliau merupakan salah satu dari sekian banyak pegawai yang memiliki tanggung jawab serta dedikasi tinggi pada pekerjaannya. Namun ketika tadi saya sedikit mengobrol dengan beliau (sebelumnya saya belum pernah mengobrol kecuali jika diperlukan dan mendesak, bahkan menyapa pun jarang karena beliau termasuk tipe orang pendiam), saya akui saya kagum dengan beliau.
Mengenal Lebih Dekat Sosok Andrea Hirata (Wawancara Eksklusif dengan Andrea Hirata 24 Oktober 2008)
"Mahasiswa harus Inisiatif"
-Andrea Hirata-
Tanggal 24 Oktober 2008 merupakan salah satu hari bersejarah bagi IPB karena untuk pertama kalinya Kick Andy Off Air diadakan di IPB tepatnya di gedung Graha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga-Bogor. Salah satu bintang tamu pada acara tersebut adalah seorang yang sangat fenomenal pada kurun waktu dua tahun terakhir ini. Ia sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia melalui karyanya yang cukup menggebrak dunia sastra, tidak hanya di Indonesia, namun juga sampai mancanegara. Yup, dia adalah Andrea Hirata.
Setelah acara Kick Andy usai, BEM KM IPB diberi kesempatan khusus untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Andrea Hirata, dan berikut ini adalah hasil wawancara yang telah dilakukan.
Institut Pertanian Bogor, proudly present:
FAMILY AND CONSUMER EXPO 2008
1. Seminar Nasional
Tema : "TV sebagai Media Pembentuk Karakter Bangsa ?"
Pembicara :
Farhan (Artis/Presenter)
Ratna Megawangi, P.hD (Direktur Indonesian Heritage Foundation)
Sang Nyoman Suwisma (Direktur TPI)
Hari/Tanggal : Sabtu, 29 November 2008
Waktu : Pukul 08.00- selesai
Tempat : Balaikota Kota Bogor
HTM :
Rp.30.000,00 (Pelajar/S0/ S1)
Rp.50.000,00 (Umum/S2/S3)
2. Family and Consumer Expo
Expo akan diadakan pada Sabtu, 29 November 2008 di Halaman Balaikota
Kota Bogor, akan menampilkan seluruh karya tulis dan karikatur yang
diterima oleh panitia dan beberapa pameran dari instansi-instansi yang
berhubungan dengan keluarga dan konsumen.
Contact Person :
Yuli : 085219259757
Ayu : 085693218728
