MyHeritage.com: Family trees - Genealogy - Celebrities - Collage - Morph
MyHeritage.com: Family trees - Genealogy - Celebrities - Collage - Morph
| http://www.myheritage.com |
MyHeritage.com: Family trees - Genealogy - Celebrities - Collage - Morph
| http://www.myheritage.com |
MyHeritage.com: Family tree - Genealogy - Celebrity - Collage - Morph
setelah libur lebaran selama dua minggu berakhir
saatnya untuk memulai aktivitas seperti sedia kala
but,, I want to tell u about my happy Idul Fitri in this year
aku seneng bgt karena lebaran tahun ini semua anggota keluarga bisa pulang semua n ngerayain lebaran bareng2 di kampung
tau nggak sih...
aku jalan-jalan untuk ngerayain lebaran bareng ama keluargaku dari pesisir pantai ampe ke gunung!
dan yang pasti aku mendadak jadi keling!
gimana gak jadi item,,
maen di pantai
mendayung kanoe di laut
membaca novel sambil merasakan sejuknya hembusan angin sepoi-sepoi di saung pinggir sawah
mengelilingi sederetan bunga di daerah pegunungan
dan berenang sambil menikmati segarnya udara pegunungan di pagi hari
aku berkeliling di tiga kota
bersama empat keluarga besar
bahagia
dibalik semua kesedihanku
Tuhan begitu adil padaku dengan memberikanku kebahagiaan yang beda
benar-benar lebaran paling ceria yang pernah terjadi dalam hidupku
it is work when I had a holiday that celebrated Idul Fitri.
there is so many things that made me feel very surprising about it.
And of course it made me so glad.
I got a scholarship.
Not a scholarship as usual.
I got Beasiswa Unggulan Aktivis from Depdiknas.
Start from February 2008 I will study aboard to six country in ASEAN.
I can't imagine what a great experiences that will be happen to my life.
It's look so wonderfull.
I wish I can share to another people about it. :-)
Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM)
PROGRAM “COMBATING DATING VIOLENCE” (MeLAWAN Kekerasan dalam berpacaran) BAGI PELAJAR SMA DI KOTA BOGOR
Diusulkan Oleh:
Okvina Nur Alvita
Astatin Fitriani
Atika Rahma
Khairunnisa N.
M. Reza Maulana
PERUMUSAN MASALAH
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa masa remaja adalah masa yang terindah dan masa yang tak terlupakan. Masa remaja seringkali “dibumbui” dengan hubungan khusus dengan lawan jenis. Masa tersebut seharusnya dilewati dengan penuh sukacita, namun tak jarang beberapa orang melewatinya dengan berbagai pengalaman yang kurang menyenangkan, terutama saat mereka berpacaran. Saat berpacaran, beberapa remaja mengaku pernah mendapatkan perlakuan kasar dari pasangannya atau sering disebut dengan kekerasan dalam berpacaran.
Kekerasan dalam berpacaran telah banyak terjadi di Indonesia seperti yang diberitakan pada harian Suara Merdeka (8 Maret 2004) bahwa terdapat 28 kasus kekerasan dalam berpacaran. Rifka Annisa, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi dan jender menemukan bahwa sejak tahun 1994 – 2001, dari 1683 kasus kekerasan yang ditangani, 385 diantaranya adalah kekerasan dalam berpacaran (Komnas Perempuan, 2002). Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar yang baru-baru ini membuka pelayanan satu atap (One Stop Service) dalam menangani masalah kekerasan terhadap perempuan mendapatkan bahwa dari tahun 2000-2001 ada 7 kasus kekerasan dalam pacaran yang dilaporkan. (Kompas-online 4 Maret 2002). Sedangkan PKBI Yogyakarta mendapatkan bahwa dari bulan Januari hingga Juni 2001 saja, terdapat 47 kasus kekerasan dalam berpacaran, 57% di antaranya adalah kekerasan emosional, 20% mengaku mengalami kekerasan seksual, 15% mengalami kekerasan fisik, dan 8% lainnya merupakan kasus kekerasan ekonomi[1].
Beberapa kasus kekerasan dalam berpacaran juga terjadi di kota Bogor. Lembaga Pratista Indonesia yang merupakan lembaga non-pemerintah yang bergerak di bidang perlindungan terhadap anak dan perempuan dari tindak kekerasan menemukan beberapa kasus tindak kekerasan dalam berpacaran yang terjadi di kota Bogor seperti disajikan pada tabel 1.
Tabel 1. Kasus kekerasan dalam berpacaran yang masuk melalui hot line service.
No | Usia Ketika Pengaduan | Kasus |
1. | 24 th | Seks pra nikah sampai hamil, pacar meninggalkannya |
2. | 23 th | Seks pra nikah sampai hamil, pacar meninggalkannya |
3. | 17 th | Kekerasan seksual, dengan bujukan (janji akan menikahi) |
4. | 25 th | Seks pra nikah, pacar meninggalkannya |
5. | 22 th | Fisik (pemukulan), psikis (dimarah-marahi, dilecehkan, dibanding2kan dengan pelacur), ekonomi (dimintain uang untuk kebutuhan pelaku) |
6. | 16 th | Seksual (diberi minuman sampai pingsan sebelum disetubuhi) |
7. | 20 th | Fisik (pemukulan), Psikis (pembatasan ruang gerak bergaul, dimarah-marahin, diancam, tidak boleh putus), ekonomi (P sering minta ditarktir) |
Sumber: Lembaga Pratista Indonesia (2007)
Kasus kekerasan dalam berpacaran dikota Bogor juga terjadi pada remaja, khususnya pelajar SMA. Lembaga Pratista Indonesia juga menemukan beberapa kasus kekerasan dalam berpacaran yang terjadi pada pelajar SMA. Data kekerasan dalam berpacaran pada pelajar SMA di kota Bogor dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Kasus kekerasan dalam berpacaran yang terjadi pada usia remaja (pelajar SMA)
Kasus | Jumlah Kasus |
Perselingkuhan | 1 |
Psikis (pembatasan ruang gerak bergaul, dimarah-marahin) | 1 |
Dimanfaatkan secara fisik, psikis maupun seksual (karena korban terlalu sayang) | 2 |
Diajak bersetubuh, K mau karena takut kehilangan P, setelah beberapa kali melakukan persetubuhan K ditinggalkan begitu saja. | 1 |
Sumber: Lembaga Pratista Indonesia (2007)
Berdasarkan data-data yang telah disebutkan di atas dan pada bagian sebelumnya, menunjukkan tindak kekerasan yang terjadi saat berpacaran di Indonesia berada pada tingkat yang cukup mengkhawatirkan. Hal tersebut berkaitan dengan dampak yang diterima oleh korban kekerasan dalam berpacaran.
Permasalahan kekerasan dalam berpacaran harus segera dicari jalan keluarnya, karena remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan memegang peranan penting bagi kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Apabila pada masa remajanya seseorang mendapat perlakuan yang kasar sehingga dapat mengganggu kestabilan jiwanya, maka hal ini dapat membawa dampak yang buruk bagi perkembangannya, terutama perkembangan jiwanya saat ia dewasa.
Kekerasan dalam berpacaran yang umum terjadi adalah kekerasan seksual dimana korban dipaksa mulai dari melakukan ciuman sampai dengan intercourse ataupun “outercourse”. Remaja berani melakukan hubungan seksual asalkan mereka tidak mengalami kehamilan, sehingga hubungan seksual yang dilakukan lebih pada “safe-sex”, tidak ada rasa tanggung jawab sedikit pun didalamnya.
Untuk mencegah sekaligus menanggulangi semakin meluasnya paradigma seperti telah disebutkan di atas maka dibutuhkan sebuah program yang dapat memberikan pengetahuan dan penyadaran terhadap remaja di Indonesia agar terhindar dari terjadinya tindak kekerasan dalam berpacaran. Program ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi pada remaja yang telah mengalami kekerasan dalam berpacaran agar ia mampu bangkit kembali dan bisa menjalani hidup dengan lebih produktif.
Program sejenis pernah dilakukan di Amerika Serikat dalam upaya pencegahan hubungan seks bebas (termasuk dalam kekerasan seksual) pada remaja. Program tersebut secara efektif mampu menurunkan angka kehamilan di luar nikah dari 20% menjadi 2,5% pada tahun 1986, dan 1,5% pada tahun 1988[2].
Salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk mengatasi kondisi yang dapat mengganggu stabilitas bangsa adalah dengan memberikan edukasi pada remaja tentang hal yang yang berkaitan dengan kekerasan dalam berpacaran sehingga mereka memiliki kesadaran tinggi terhadap tindak kekerasan yang dapat terjadi padanya maupun pada orang lain. Selain memberikan edukasi, bagi remaja yang pernah mengalami tindak kekerasan diperlukan suatu motivasi agar mereka dapat keluar dari trauma yang membelenggunya dan mampu menjalani hidup dengan produktif.
[1] Kompas, 20 Juli 2002 dalam http://www.bkkbn.go.id. Diakses pada tanggal 19 September 2007.
[2] Kilpatrick, W. 1992. Why Johnny can’t Tell Right from Wrong: and What We Can Do About It. New York: Simon & Schuster Inc.
gimana nggak mau sedih!! sendiri itu sebenernya nggak enak!!!
walaupun aku mencoba segala upaya untuk mengurangi kesedihanku dengan melakukan banyak hal yang membuat kesibukanku semakin bertambah,, namun ada kalanya aku tetap merasakan kesendirian yang kadang terasa menyakitkan...
terlebih saat teringat saat-saat dimana ada kebersamaan yang indah...
it's very hurt my heart...
but,, whatever happen to me,, my life is still go on and I'll always smile through every pain...
