study hard n play hard???

Posted on 23.15
study hard but keep play hard??

bisa gak sih??

bisa aja asal kita tahu gimana caranya bagi waktu!!

aku punya beberapa deadline

21 Mei: Deadline proposal "kemah research"

23 Mei: Deadline proposal SYEC

28 Mei: Deadline LKTM seni

31 Mei: Deadline pengumpulan berkas Duta Muda ASEAN

11 Juni: Deadline LKTM pertanian

tugas kuliah yang harus beres sebelum UAS juga gak kalah bejibunnya!!

selain itu tanggal 16 Mei ada ujian ke-2 matkul Tumbuh Kembang Manusia,,

trus tiap hari selasa 'n kamis harus les LIA dari jam 5 sore ampe jam 7 malem,,

tiap hari selasa jam setengah 2 siang harus ngerjain PKM ke ... tiiittt (sensored),,

jadwal kuliah yang padet tiap harinya bikin aku harus lebih pinter lagi bagi waktu,,

masih belom dengan jabatanku sebagai co divisi infokom di himaiko (himpunan mahasiswa ilmu keluarga dan konsumen)

trus aku juga penanggung jawab CREAKKER'S (mading IKK)

selain itu mulai kamis tanggal 17 Mei aku mulai les biola seminggu sekali jam 8 malem!! (secara ya,, aku kan gak bisa mainin satu alat musik pun!! dan biola adalah alat musik yang sejak kecil pengen aku kuasai)

huaa....

kapan mainnya???

bisa kok,, buktinya aku masih sering jalan bareng ma temen2,,

nonton bareng,,

baca novel...

yang terpenting adalah manajemen waktu,,,

dan satu hal yang saat ini selalu aku pegang adalah,,,

BELAJAR GAK KENAL USIA!!!

aku masih pengen belajar nari, aplikasi2 komputer dan manajemen website,,

selain itu aku juga pengen jadi relawan di yayasan2 yang bergerak di bidang anak2, pendidikan dan keluarga,,

aku juga pengen jadi relawan di UNICEF ato UNESCO,,

karena dari situ aku pikir pasti banyak bgt yang bisa aku pelajari...

aku cuma berharap satu hal,,

semoga semangatku tetap seperti ini dan kalo bisa jadi bertambah...

karena hanya dengan semangat ini aku bisa bertahan...

doain aku ya.... :)

gak ada kata terlambat untuk "BELAJAR"

Posted on 22.38
sering aku denger "ih, umurku kan udah segini...", "ketuaan kalo udah seusia kita untuk...", n bla... bla... bla... bla...

GAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR!! apapun itu,,,

hidup adalah belajar

jangan pernah malas untuk belajar,, setidaknya kita selalu belajar tentang kehidupan,, tentang diri sendiri,, tentang orang lain,, dan masih banyak lagi...

belajar bukan hanya dengan baca buku, belajar tidak hanya dengan guru atau dosen...

dimanapun kita berada dan kapanpun itu kita bisa belajar,,,

dan memang kita terkadang melupakan belajar yang sering kita anggap hal sepele padahal itu penting....

yang pasti adalah belajar tak kenal umur!!!

itu hal terpenting yang harus selalu kita ingat!!

berapapun umur kita,, teruslah belajar dan teruslah untuk selalu meng-explore semua kemampuan kita, ok???

yakinlah kalo masih banyak kemampuan kita yang belum kita ketahui dan salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan selalu belajar,, apapun itu!!

CHAYO!!!

KEEP OUR SPIRIT TO ALWAYS LEARN!!!

what's wrong with me???!!!

Posted on 22.31
baru selesai ujian perkembangan keluarga yang bener2 gak sukses!!

masih dalam keadaan pusing n shock, buka email, ada message dari milis mata kuliah perilaku konsumen yang isinya nilai ujian,,,

dan aku tambah shock!!! pengen nangis,,, hiks... hiks... hiks... hua!!!! :(

apalagi kalo inget ujian 7 mata kuliah (dalam 6 hari, dari 9 April ampe 14 April: memang bukan jadwal ujian yang sangat bersahabat!) yang sudah aku lewati dari 8 mata kuliah yang aku ambil, hanya satu yang aku yakin "lumayan sukses",,,

apa yang terjadi denganku???

apa yang salah denganku???

aku masuk di jurusan yang aku pengen,,, tapi kenapa rasanya aku gak bisa survive disini??? (seharusnya aku bisa lebih baik! karena jurusanku sekarang bener2 "vina bgt")

kenapa nilai2ku sejak semester 3 ( mulai masuk jurusan) jadi kacau balau n amburadul gak karuan???!!!

KENAPA???!!! 

what's wrong with me???!!!

karena soal yang diluar prediksiku?

atau karena soal yang kadang "gak eling"?

mungkin memang usahaku aja kali ya yang kurang maksimal?

tapi kenapa aku gak bisa se-survive dulu??

ada yang bisa kasih jawaban atau saran?

bener2 pusing n sedih bgt niy!!

help me,,,

..............

minggu2 UTS

Posted on 21.08
UTS dari tanggal 9 April ampe 17 April...

dengan jumlah mata kuliah yang aku ambil n hari yang tersedia, cukup keblinger juga c...

apalagi dengan tetap menunakan sistem SKS!

tapi,,, jalanin aja...

yang terpenting adalah proses n bukan hasil yang diukur dengan standar kuantitatif...

dan jangan merasa pintar karena masih banyak orang yang lebih pintar...

so, yang terpenting adalah bisa menerapkan ilmu yang sudah didapat dalam kehidupan sehari-hari n BISA BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN...

karena menurutku filosofi dari sukses adalah kalau kita bisa memberikan manfaat untuk orang lain, setuju gak? :)

bebas...?

Posted on 23.03
lagi2 aku bingung dengan diriku sendiri...

kadang pengen sendirian

tapi... jadi ngerasa sepi

kadang ngerasa rame tapi jadi sebel sendiri...

aneh khan?

kadang ngerasa terkungkung, terpenjara dengan keadaan yang kubuat sendiri...

complicated!

tapi satu yang pasti...yang kuinginkan hanya kebebasan....

kebebasan untuk jadi diriku sendiri yang sebenar-benarnya diriku....

essay optimisme anak bangsa

Posted on 23.45
Tema: Masa Depan Bangsa yang Kuimpikan.

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter pada Anak Usia Prasekolah: Jawaban Membangun Bangsa Indonesia


Oleh: Okvina Nur Alvita 




Indonesia berada pada peringkat 108 Human Development Index (HDI) 2006. Hal tersebut menunjukkan rendahnya kualitas SDM Indonesia. Salah satu faktor yang menentukan kualitas SDM adalah pendidikan. Kenyataan bahwa Indonesia menempati posisi bawah dalam HDI menunjukkan lemahnya manajemen sistem pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya terobosan baru dalam dunia pendidikan. Metode pendidikan yang diterapkan pada konsep pendidikan holistik berbasis karakter mampu memberikan jawaban dari permasalahan pelik yang sedang dihadapi bangsa ini untuk mencetak generasi penerus bangsa yang handal. Pendidikan holistik berbasis karakter secara efektif dapat mengembangkan sekaligus kecerdasan majemuk anak dan membentuk karakter. Karakter individu merupakan hal sangat vital yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan kualitas SDM yang tinggi di masa depan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk menerapkan konsep pendidikan holistik berbasis karakter yang dimulai pada anak usia prasekolah.



ini paragraf pertama tulisan yang aku bikin, tertarik untuk tahu lebih lanjut? kirim email aja ke v_alvita@yahoo.co.id, nanti aku kasi file tulisan lengkapku dalam bentuk attachment.


This is All about ME

Posted on 00.48

Jawa Timur, tepatnya kota Jember adalah tempat dimana untuk pertama kalinya saya dapat merasakan indahnya dunia ini. Saya lahir di provinsi Jawa Timur yang notabene sebagian besar penduduknya adalah orang dari suku Jawa, dan kebetulan baik ayah maupun ibu saya juga orang Jawa, jadi secara otomatis saya berasal dari suku Jawa.


Sebagai seorang yang berasal dari suku Jawa, maka secara langsung maupun tidak langsung beberapa perilaku maupun sikap hidup saya mencerminkan beberapa nilai yang terkandung dalam adat Jawa. Sampai ada yang pernah beri komentar pada saya kalau “Vina tuh Jawa banget sih…”. Memang dalam kehidupan sehari-hari saya sering mempraktekkan nilai-nilai budaya Jawa yang ditanamkan oleh keluarga pada saya. Misalnya seperti: duduk harus sopan, bicara harus lembut, tidak boleh seenaknya sendiri dalam berperilaku, dan masih banyak lagi. Itulah saya dari segi nurture yang membentuk kepribadian saya.


Banyak juga yang bilang “Vina tuh cewek banget sih…”. Saya memang dari kecil ingin menjadi seorang wanita yang sesungguh-sungguhnya wanita. Karena itulah, dalam hal-hal tertentu saya ingin semua perilaku saya benar-benar mencerminkan bagaimana seorang wanita seharusnya. Mulai dari pakaian, saya suka sekali pakai rok dan saya juga orang yang modis. Sejak SMA kelas 2 saya sudah tidak pernah pakai sepatu kets lagi (kecuali saat olah raga) dan saya juga sudah jarang sekali pakai tas punggung atau ransel. Saya benar-benar berpenampilan yang feminin. Tapi saya sadar, itu saja tidak cukup untuk jadi seorang wanita yang sesungguhnya. Saya mulai membekali diri saya dengan hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana seharusnya seorang wanita berperilaku. Saya selalu menjaga cara berjalan, duduk, berkomunikasi dengan orang lain, dan juga belajar untuk mendengarkan orang lain. Selain hal tersebut diatas saya juga sangat menyadari bahwa jiwa saya benar-benar didominasi oleh jiwa seorang wanita. Saya seorang yang sangat perfectionist, saya seorang yang lembut, saya perhatian dengan orang lain, pendengar yang baik, peka, senang bermain dengan anak kecil, suka memasak, suka bunga, sangat memperhatikan perasaan orang lain dan saya juga manja. Saya juga seorang yang sangat bertanggung jawab karena saya termasuk dalam kategori orang korelis. Namun dibalik semua itu, saya adalah seorang yang berego tinggi dan cuek. Itu semua menurut saya, kalo menurut orang lain saya tidak tahu, dan memang saya tidak pernah memusingkan apa yang orang lain katakan tentang saya karena menurut saya (selama saya tidak melakukan hal yang diluar norma dan nilai yang ada), kalau saya terlalu memusingkan apa kata orang dan saya selalu ikut pada apa yang dikatakan orang pada saya, maka saya tidak akan bisa jadi diri sendiri dan tidak akan pernah menemukan jati diri saya yang sebenarnya.


Pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral menurut saya. Ikatan yang terjalin adalah untuk sekali seumur hidup. Oleh karena itu, saya tidak mau sembarangan dalam memilih calon ayah untuk anak-anak saya nanti. Yang pasti saya ingin seorang laki-laki yang se-iman dan bisa jadi imam saya. Itu adalah salah satu kriteria yang tidak dapat di ganggu gugat. Saya ingin pasangan hidup yang se-tujuan dengan saya dalam memandang hidup, keluarga yang akan dibentuk nantinya, dan juga tentang anak-anak kami nanti. Saya ingin pasangan hidup yang tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Saya ingin pasangan hidup yang sama-sama saling mencintai. Calon pendamping hidup saya nanti juga harus sudah punya pekerjaan yang mantap. Dan satu lagi yang paling penting adalah, karena pernikahan itu bukan hanya untuk 2 individu tapi 2 keluarga, maka saya ingin pasangan saya bisa diterima oleh keluarga saya dan saya juga diterima di keluarganya.


Sebagai seorang wanita dan ibu nantinya, saya ingin semua yang terbaik untuk anak saya. Saya rela melepaskan semua yang sudah saya capai (seperti karier dan jabatan misalnya), kalau anak saya membutuhkan saya. Satu hal yang pasti, saya tidak akan bekerja saat hamil tua (mulai memasuki usia kehamilan 7 bulan) hingga anak saya masuk sekolah. Saya benar-benar tidak ingin melewatkan masa-masa kritis ataupun the golden age anak saya. Saya ingin mencurahkan semua yang saya punya untuk anak saya. Saya akan mengasuh anak saya secara demokratis dengan menanamkan prinsip-prinsip good character pada anak saya. Saya tidak hanya ingin mencerdaskan anak saya secara kognisi, namun saya ingin menggali semua potensi yang ada pada anak saya nanti. Saya baru ingin bekerja kembali saat anak saya sudah masuk usia sekolah atau prasekolah. Dan pekerjaannya pun harus setengah hari (dosen, guru atau konsultan misalnya), jadi saat anak saya pulang ke rumah setelah sekolah, saya juga ada di rumah. Saya benar-benar hanya menginginkan yang terbaik untuk anak saya dan saya tidak ingin anak-anak saya merasakan hal yang sudah pernah saya rasakan.


Kata-kata yang selalu saya pegang dalam menjalani hidup ini adalah lakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan semua orang dan juga harus dengan ikhlas serta setulus hati.