bebas...?

Posted on 23.03
lagi2 aku bingung dengan diriku sendiri...

kadang pengen sendirian

tapi... jadi ngerasa sepi

kadang ngerasa rame tapi jadi sebel sendiri...

aneh khan?

kadang ngerasa terkungkung, terpenjara dengan keadaan yang kubuat sendiri...

complicated!

tapi satu yang pasti...yang kuinginkan hanya kebebasan....

kebebasan untuk jadi diriku sendiri yang sebenar-benarnya diriku....

essay optimisme anak bangsa

Posted on 23.45
Tema: Masa Depan Bangsa yang Kuimpikan.

Pendidikan Holistik Berbasis Karakter pada Anak Usia Prasekolah: Jawaban Membangun Bangsa Indonesia


Oleh: Okvina Nur Alvita 




Indonesia berada pada peringkat 108 Human Development Index (HDI) 2006. Hal tersebut menunjukkan rendahnya kualitas SDM Indonesia. Salah satu faktor yang menentukan kualitas SDM adalah pendidikan. Kenyataan bahwa Indonesia menempati posisi bawah dalam HDI menunjukkan lemahnya manajemen sistem pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu adanya terobosan baru dalam dunia pendidikan. Metode pendidikan yang diterapkan pada konsep pendidikan holistik berbasis karakter mampu memberikan jawaban dari permasalahan pelik yang sedang dihadapi bangsa ini untuk mencetak generasi penerus bangsa yang handal. Pendidikan holistik berbasis karakter secara efektif dapat mengembangkan sekaligus kecerdasan majemuk anak dan membentuk karakter. Karakter individu merupakan hal sangat vital yang dibutuhkan untuk dapat menghasilkan kualitas SDM yang tinggi di masa depan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk menerapkan konsep pendidikan holistik berbasis karakter yang dimulai pada anak usia prasekolah.



ini paragraf pertama tulisan yang aku bikin, tertarik untuk tahu lebih lanjut? kirim email aja ke v_alvita@yahoo.co.id, nanti aku kasi file tulisan lengkapku dalam bentuk attachment.


This is All about ME

Posted on 00.48

Jawa Timur, tepatnya kota Jember adalah tempat dimana untuk pertama kalinya saya dapat merasakan indahnya dunia ini. Saya lahir di provinsi Jawa Timur yang notabene sebagian besar penduduknya adalah orang dari suku Jawa, dan kebetulan baik ayah maupun ibu saya juga orang Jawa, jadi secara otomatis saya berasal dari suku Jawa.


Sebagai seorang yang berasal dari suku Jawa, maka secara langsung maupun tidak langsung beberapa perilaku maupun sikap hidup saya mencerminkan beberapa nilai yang terkandung dalam adat Jawa. Sampai ada yang pernah beri komentar pada saya kalau “Vina tuh Jawa banget sih…”. Memang dalam kehidupan sehari-hari saya sering mempraktekkan nilai-nilai budaya Jawa yang ditanamkan oleh keluarga pada saya. Misalnya seperti: duduk harus sopan, bicara harus lembut, tidak boleh seenaknya sendiri dalam berperilaku, dan masih banyak lagi. Itulah saya dari segi nurture yang membentuk kepribadian saya.


Banyak juga yang bilang “Vina tuh cewek banget sih…”. Saya memang dari kecil ingin menjadi seorang wanita yang sesungguh-sungguhnya wanita. Karena itulah, dalam hal-hal tertentu saya ingin semua perilaku saya benar-benar mencerminkan bagaimana seorang wanita seharusnya. Mulai dari pakaian, saya suka sekali pakai rok dan saya juga orang yang modis. Sejak SMA kelas 2 saya sudah tidak pernah pakai sepatu kets lagi (kecuali saat olah raga) dan saya juga sudah jarang sekali pakai tas punggung atau ransel. Saya benar-benar berpenampilan yang feminin. Tapi saya sadar, itu saja tidak cukup untuk jadi seorang wanita yang sesungguhnya. Saya mulai membekali diri saya dengan hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana seharusnya seorang wanita berperilaku. Saya selalu menjaga cara berjalan, duduk, berkomunikasi dengan orang lain, dan juga belajar untuk mendengarkan orang lain. Selain hal tersebut diatas saya juga sangat menyadari bahwa jiwa saya benar-benar didominasi oleh jiwa seorang wanita. Saya seorang yang sangat perfectionist, saya seorang yang lembut, saya perhatian dengan orang lain, pendengar yang baik, peka, senang bermain dengan anak kecil, suka memasak, suka bunga, sangat memperhatikan perasaan orang lain dan saya juga manja. Saya juga seorang yang sangat bertanggung jawab karena saya termasuk dalam kategori orang korelis. Namun dibalik semua itu, saya adalah seorang yang berego tinggi dan cuek. Itu semua menurut saya, kalo menurut orang lain saya tidak tahu, dan memang saya tidak pernah memusingkan apa yang orang lain katakan tentang saya karena menurut saya (selama saya tidak melakukan hal yang diluar norma dan nilai yang ada), kalau saya terlalu memusingkan apa kata orang dan saya selalu ikut pada apa yang dikatakan orang pada saya, maka saya tidak akan bisa jadi diri sendiri dan tidak akan pernah menemukan jati diri saya yang sebenarnya.


Pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral menurut saya. Ikatan yang terjalin adalah untuk sekali seumur hidup. Oleh karena itu, saya tidak mau sembarangan dalam memilih calon ayah untuk anak-anak saya nanti. Yang pasti saya ingin seorang laki-laki yang se-iman dan bisa jadi imam saya. Itu adalah salah satu kriteria yang tidak dapat di ganggu gugat. Saya ingin pasangan hidup yang se-tujuan dengan saya dalam memandang hidup, keluarga yang akan dibentuk nantinya, dan juga tentang anak-anak kami nanti. Saya ingin pasangan hidup yang tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Saya ingin pasangan hidup yang sama-sama saling mencintai. Calon pendamping hidup saya nanti juga harus sudah punya pekerjaan yang mantap. Dan satu lagi yang paling penting adalah, karena pernikahan itu bukan hanya untuk 2 individu tapi 2 keluarga, maka saya ingin pasangan saya bisa diterima oleh keluarga saya dan saya juga diterima di keluarganya.


Sebagai seorang wanita dan ibu nantinya, saya ingin semua yang terbaik untuk anak saya. Saya rela melepaskan semua yang sudah saya capai (seperti karier dan jabatan misalnya), kalau anak saya membutuhkan saya. Satu hal yang pasti, saya tidak akan bekerja saat hamil tua (mulai memasuki usia kehamilan 7 bulan) hingga anak saya masuk sekolah. Saya benar-benar tidak ingin melewatkan masa-masa kritis ataupun the golden age anak saya. Saya ingin mencurahkan semua yang saya punya untuk anak saya. Saya akan mengasuh anak saya secara demokratis dengan menanamkan prinsip-prinsip good character pada anak saya. Saya tidak hanya ingin mencerdaskan anak saya secara kognisi, namun saya ingin menggali semua potensi yang ada pada anak saya nanti. Saya baru ingin bekerja kembali saat anak saya sudah masuk usia sekolah atau prasekolah. Dan pekerjaannya pun harus setengah hari (dosen, guru atau konsultan misalnya), jadi saat anak saya pulang ke rumah setelah sekolah, saya juga ada di rumah. Saya benar-benar hanya menginginkan yang terbaik untuk anak saya dan saya tidak ingin anak-anak saya merasakan hal yang sudah pernah saya rasakan.


Kata-kata yang selalu saya pegang dalam menjalani hidup ini adalah lakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan semua orang dan juga harus dengan ikhlas serta setulus hati.


Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa (PPKM)

Posted on 22.40

TELAAH KRITIS PENGARUH KEBIJAKAN IMPOR BERAS TERHADAP KESEJAHTERAAN PETANI INDONESIA


oleh:


Okvina Nur Alvita


Novida Nurmayanti


Febi Damiko



 


RINGKASAN


Sebagai negara agraris, Indonesia senantiasa dihadapkan pada berbagai kompleksitas isu dan permasalahan yang terjadi di sektor pertanian, seperti kesejahteraan petani dan ketersedian stok beras nasional. Kompleksitas isu dan permasalahan tersebut merupakan sasaran potensial yang dijadikan alat para politisi dan birokrat. Hal ini dikarenakan, beras sering dijadikan komoditas politis dan bisnis sekaligus. Bahkan, pemerintah juga kerap menggunakan komoditas beras untuk menjaga stabilitas politik dan meredam keresahan masyarakat dari kerusuhan sosial. Permasalahan yang dikaji dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah: (1) bagaimana perkembangan produksi dan konsumsi beras di Indonesia; (2) bagaimana kebijakan pemerintah dalam mengatasi permasalahan beras di Indonesia terkait dengan kesejahteraan petani; dan (3) bagaimana solusi alternatif untuk mengatasi masalah perberasan di Indonesia.


Hasil analisis memperlihatkan bahwa, produksi beras Indonesia cenderung meningkat, kecuali pada periode 1998-1999 terjadi penurunan produksi sebesar 619 ton dibandingkan dengan periode 1995-1997. Hal ini dikarenakan adanya kemarau yang berkepanjangan dan bersamaan dengan krisis ekonomi, sehingga impor beras mencapai puncaknya pada angka tertinggi sebesar 3,8 juta ton/tahun, dengan tingkat ketergantungan impor mencapai 10,7 persen. Selain itu, banyak faktor yang mempengaruhi menurunnya produksi beras di Indonesia seperti adanya konversi lahan, anomali cuaca, serta rendahnya pemakaian bibit unggul oleh petani.


Untuk mengatasi permasalahan beras di Indonesia, pemerintah sudah mengupayakan terciptanya peningkatan produksi dengan melakukan program intensifikasi, ekstensifikasi, maupun pemberian subsidi terhadap pupuk. Akan tetapi hasil yang terjadi untuk saat ini terlihat belum optimal. Peninjauan ulang harus dilakukan untuk melihat kembali faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ini, karena semuanya saling berhubungan dan terkait, apabila hal tersebut tidak dapat terealisasi maka ancamannya adalah produksi yang menurun dan dilakukannya impor beras. Impor beras memang menjadi jawaban yang paling tepat saat ini, karena dapat mencukupi jumlah konsumsi masyarakat Indonesia. Pernyataan ini juga didukung oleh Nilai Tukar Petani (NTP), dimana keterkaitan antara impor beras dengan kesejahteraan petani kurang mencerminkan adanya hubungan yang berkorelasi positif. Hal ini terbukti nilai NTP yang cenderung fluktuatif walaupun kebijakan impor beras tidak dilakukan. Kecenderungan fluktuatif ini mengindikasikan bahwa kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah tidak berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan petani.


Impor beras yang dilakukan oleh pemerintah tidak berpengaruh secara langsung terhadap tingkat kesejahteraan petani dikarenakan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi petani tidak terpengaruh dengan adanya impor beras adalah petani tidak secara langsung terkait dengan kebijakan harga dan insentif pasar. Selain itu, faktor lain yang juga mempengaruhi tidak berubahnya tingkat kesejahteraan petani walaupun ada kebijakan impor beras adalah panjangnya rantai distribusi yang harus dilewati dalam mekanisme pasar beras dan juga adanya permainan dari para spekulan maupun para pedagang beras yang hanya berorientasi pada keuntungan pribadi.


Namun demikian, sebelum melakukan impor beras, hendaknya pemerintah memperhatikan kuota dan mutu dari beras impor tersebut agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan baik petani, pedagang maupun konsumen. Sedangkan untuk masa depan, kita tidak boleh terlalu menggantungkan masalah pangan dengan impor, karena terlalu berbahaya. Kita harus berusaha meningkatkan jumlah produksi sesuai dengan laju penduduk. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan beras di Indonesia antara lain:


1. Perbaikan sistem distribusi perberasan.


2. Restrukturisasi lembaga pertanian baik pusat maupun daerah.


3. Membatasi konversi lahan untuk melindungi kepentingan semua pihak.


4. Impor boleh dilakukan tetapi tidak boleh melebihi jumlah beras yang dibutuhkan.


5. Adanya campur tangan pemerintah dalam mengatur sistem perberasan di Indonesia.


6. Meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan cara mengefektifkan kembali program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian,


7. Mengembangkan produk pertanian olahan.


8. Pemerintah daerah hendaknya menetapkan kebijakan tentang referensi harga beras daerah dan juga back up anggaran beras di tingkat provinsi.


9. Menaikkan HPP dan GKP pada saat panen raya agar petani mau menjual gabahnya ke pemerintah sehingga sistem distribusi menjadi lancar.


10. Melindungi petani pada saat panen raya dengan cara menaikkan bea masuk tarif impor.


11. Perlunya tinjauan ulang mengenai status Bulog sebagai perusahaan umum (perum).


12. Pemerintah harus lebih terkonsentrasi pada penyelesaian permasalahan perberasan jangka panjang karena impor beras yang dilakukan oleh pemerintah hanya efektif dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan beras dalam jangka pendek saja.


 


hari-hari melelahkan

Posted on 00.26
huh...

capeeeekkkk bgt...

cuman itu yang bisa menggambarkan keadaanku saat ini.

gimana gak mau capek! dikejar-kejar 2 deadline! yang satu untuk PPKM, fixed draft-nya harus udah masuk dekanat tanggal 19 padahal sekarang masih nyampe ladasan teori! pembahasan belom kepegang sama sekali, padahal ya yang laen tuh udah 50-60% gitu...

tapi yang pasti, gimanapun caranya, makalah untuk PPKM harus jadi, karena gak enak ma pembimbing, pak Arif. dan selain itu juga untuk menjaga nama baik FEMA n nama baik sendiri pastinya. aku yakin kelompokku pasti bisa nyelesein semuanya. gak muluk-muluk siy...keinginan kelompoku cuman jadi finalis aja... alah, itu namanya juga muluk bgt!tapi gak papa lah, kalo gak gitu kan gak semangat jadinya...

setelah makalah untuk PPKM jadi, aku harus fokusin diri untuk nulis essay, doain ya biar aku gak mabok nulis terus...  tapi Insya Allah aku gak bakalan mabok nulis karena sebenernya aku suka nulis n itu satu-satunya talent yang aku miliki. selain itu juga, essay yang mau aku tulis nanti adalah bidang yang aku suka bgt n aku ngerti dg bidang tersebut, yaitu bidang pendidikan n anak (sesuai dengan disiplin ilmu yang sedang aku tekuni saat ini)

ya udah itu aja...

doain ya biar aku sukses meniti karier (alah! sok orang kantoran!) di dunia tulis-menulis, baik ilmiah, populer, ataupun semi ilmiah n populer, ok...?

banyak bgt pengennya!!

Posted on 05.26
aku pengen PKMMku nanti lulus n bisa presentasi di Lampung

aku pengen paper PPKM  cepet beres n bisa lolos jadi finalis n bisa presentasi di Mataram

aku pengen IP 4,00 n IPK diatas 3,5

aku pengen essay untuk lomba "optimisme anak bangsa" cepet selesai n bisa  jadi finalis, so bisa presentasi di Gresik

aku pengen bisa jadi mapres biar bisa ikut upacara 17 agustus di istana

aku pengen bisa dapet student exchange ke jepang

aku pengen nanti bisa nerusin s2 di luar negeri (jepang, eropa, atw amerika)

aku pengen les piano

aku pengen jadi dosen di IKK

aku pengen punya SBB (semai benih bangsa)

aku pengen punya suami yang sayang aku, pengertian n bisa nerima aku apa adanya

aku pengen punya anak2 yang manis

aku pengen punya keluarga yang bahagia, harmonis, sakinah....

keinginan n impian yang harus jadi kenyataan...

aku harus berjuang sekuat tenaga agar semua itu terwujud...

Akhirnya satu penderitaanku berakhir!

Posted on 06.26
UAS udah beres...

seneng bgt dech!

UAS kali ini, seperti biasa juga, not too bad n not too good...

tapi aku cukup puas walopun usahaku kurang maksimal di UAS kali ini n UAS kali ini juga dipenuhi dengan "mengarang indah" (aku juga heran, kenapa ya kemampuan ngarang jawaban sekarang semakin terasah???)

namun, dengan semua penderitaan n masalah yang aku alami saat ini, aku sudah cukup puas dengan apa yang aku dapatkan, karena gak semua orang masih bisa SURVIVE seperti aku...

Salut dech untuk diriku... ;)

dan sekarang saatnya untuk liburan...

namun berakhirnya semester ini merupakan awal dari akhir untukku, karenadi semester depan aku harus berjuang lebih keras n lebih giat lagi dalam segala hal karena banyak sekali impian n target yang harus aku realisasikan... aku harap aku masih bisa tetap SURVIVE... n aku yakin aku BISA!!

apa sich yang vina gak bisa???!!!